Isu bbm saat ini seolah tidak menarik, kondisi ini berbeda ketika rencana kenaikan bbm beberapa tahun lalu dimana sebagian besar masyarakat menolak kenaikan harga bbm bersubsidi. Saat ini masyarakat sudah menganggap kenaikan bbm merupakan sebuah keharusan. Hal ini terjadi karena pemerintah berhasil meyakinkan masyarakat bahwa bbm benar-benar perlu untuk dinaikkan demi melindungi APBN. Namun yang perlu kita cermati adalah sikap dari pemerintah itu sendiri yang terlihat menghambur-hamburkan apbn seperti kunjungan luar negeri, renovasi gedung yang berlebihan, dll. Pemerintah menghimbau terhadap rakyatnya agar menghemat energi, tapi pemerintah melakukan penghamburan terhadap anggaran APBN, dalam hal ini seharusnya pemerintah menggunakan apbn secara lebih efektif agar masyarakat tidak dirugikan. Selain itu pula banyak yang beranggapan bahwa membengkaknya APBN karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola anggaran, hal ini membuat beberapa masyarakat geram karena rakyat lagi yang harus menanggung akibat dari yang dilakukan pemerintah. Harapannya pemerintah bisa mengambil pelajaran dari masalah ini. Tapi jika kita terus melihat kebelakang dan menyalahkan pemerintah sesungguhnya bukan solusi terbaik untuk bangsa ini karena membengkaknya APBN sudah didepan mata dan apabila dibiakan begitu saja bukan tidak mungkin akan berdampak pada terjadinya krisis moneter di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah perlu langkah cepat dalam menyikapi hal ini. Rencana yang akan dilakukan pemerintah ada dua rencana, yaitu : 1. Menaikkan untuk mobil mewah saja 2. Menaikkan untuk seluruh kendaraan bermotor. Info Terakhir menyebutkan bahwa pemerintah akan menaikkan untuk seluruh kendaraan bermotor maksimal Rp 6000,-. Pemerintah akhirnya memilih untuk menaikkan harga BBM secara merata karena langkah ini dianggap lebih mudah untuk dilakukan pemerintah dibandingkan dengan menaikkan untuk golongan tertentu saja yang memerlukan klasifikasi yg jelas dan pengawasan yang ketat. Tapi yang perlu kita cermati adalah apabila harga BBM Premium yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Pertamina benar-benar naik menjadi Rp 6000,- mampukah Pertamina bersaing dengan perusahaan BBM asing seperti PETRONAS, SHELL, dll. Kalo kita cermati perilaku dari masyarakat Indonesia yang sebagian besar bisa dikatakan masyarakat Inferior kemungkinan besar mereka lebih memilih untuk menggunakan BBM dari perusahaan asing dibandingkan Pertamina karena mereka beranggapan bahwa dengan harga yang relatif sama sudah mendapatkan kualitas yang lebih baik. Dalam hal ini pemerintah harus berpikir ulang apabila BBM benar-benar akan dinaikkkan salah satunya mencari solusi melindungi Pertamina agar tidak kalah bersaing dan juga menjaga harga bahan-bahan makanan atau produk agar tidak naik sehingga kenaikkan bbm yang direncanakan pemerintah tidak menjadi beban yang berat untuk masyarakat.
0 comments:
Post a Comment